Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI PERKUMPULAN

PENGGIAT KELUARGA INDONESIA

Struktur Organisasi GiGa Indonesia

Penggiat keluarga memiliki beberapa bidang, diantaranya :

1. Bidang Kesekretariatan, Humas, dan Kerjasama

Bidang Kesekretariatan, humas, dan kerjasama memiliki tugas:

  1. Menjalankan administrative organisasi yang tertib dan rapih (pendataan anggota, dll);
  2. Melakukan hubungan masyarakat sesuai panduan organisasi;
  3. Merintis, memelihara, dan menguatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka mencapai visi dan misi;
  4. Menyediakan, meningkatkan, dan memperluas database terkait kebijakan, program, dan indikator ketahanan, kesejahteraan, dan kualitas keluarga yang diperlukan sebagai dasar acuan para pihak dalam melakukan pembangunan keluarga (secara eskplisit maupun implisit), melakukan hubungan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak;
  5. Meningkatkan kapasitas anggota terkait lingkup tupoksi bidang;
  6. Membangun, memelihara, memperluas system pendukung untuk Pencapaian tupoksi bidang.

 

2. Bidang Advokasi Kebijakan dan program strategis memiliki tugas:

  1. Mengikuti percaturan perkembangan dan identifikasi issue strategis terkait ideologi dan kebijakan pembangunan keluarga Indonesia;
  2. Advokasi kebijakan kepada berbagai pihak (pemerintah dan non pemerintah) mendorong pengembangan kebijakan ramah keluarga dan agar keluarga menjadi basis kebijakan public;
  3. Melakukan counter-attack terhadap kebijakan/program/aksi/ pemikiran/ fenomena yang dapat melunturkan nilai-nilai keluarga, defungsionalisasi keluarga, dan meningkatkan kerentanan keluarga;
  4. Meningkatkan kapasitas anggota dan masyarakat luas terkait lingkup tupoksi bidang;
  5. Membangun, memelihara, memperluas sistem pendukung untuk Pencapaian tupoksi bidang.

 

3. Bidang Perlindungan keluarga rentan dan marjinal di wilayah khusus

Bidang Perlindungan keluarga rentan dan marjinal di wilayah khusus (tertinggal, perbatasan, terpencil, kumuh, dan rawan bencana) memiliki tugas :

  1. Menyediakan data dan informasi keluarga rentan dan marjinal di wilayah khusus
  2. Menganalisis faktor ketahanan keluarga di wilayah khusus
  3. Merumuskan rekomendasi upaya percepatan dan terobosan pembangunan keluarga di wilayah khusus serta perlindungan keluarga dari berbagai lingkungan yang tidak ramah keluarga.
  4. Melakukan piloting peningkatan ketahanan keluarga di wilayah khusus
  5. Meningkatkan kapasitas anggota dan masyarakat luas terkait lingkup tupoksi bidang
  6. Membangun, memelihara, memperluas system pendukung untuk Pencapaian tupoksi bidang

4. Bidang Pemasaran Sosial Peningkatan Ketahanan Keluarga

Bidang Pemasaran Sosial Peningkatan Ketahanan Keluarga memiliki tugas meningkatan percepatan dan keterjangkauan upaya edukasi (sosialisasi sampai internalisasi) keluarga berkualitas melalui pemanfaatan berbagai teknologi informasi dan pendekatan pemasaran sosial, serta menjangkau berbagai bidang keahlian dan profesi yang terkait keluarga (sektor ekonomi kreatif, media sosial, iklan layanan masyarakat, sosial media, sinetron, film, dsb. Uraian tugasnya adalah:

  1. Membangun, mengembangkan, memelihara, menguatkan saluran media sosial (sosial media channel) Penggiat Keluarga Indonesia
  2. Melakukan “media-watch” untuk mendukung media yang ramah keluarga dan sebaliknya memberikan kritik perbaikan kepada media yang tidak ramah keluarga
  3. Menyediakan bahan pemasaran sosial yang ramah keluarga
  4. Menyelenggarakan kegiatan pemasaran sosial pembangunan ketahanan keluarga
  5. Meningkatkan kapasitas anggota dan masyarakat luas terkait lingkup tupoksi bidang
  6. Membangun, memelihara, memperluas system pendukung untuk Pencapaian tupoksi bidang

5. Bidang pemberdayaan keluarga

Bidang Pemberdayaan Keluarga memiliki tugas dalam meningkatan efektivitas pemberdayaan keluarga, baik pemberdayaan ekonomi keluarga maupun pemberdayaan fungsi ekspresif keluarga (penyuluhan, konseling) pada berbagai tahap perkembangan keluarga dan keragaman sosial ekonomi dan zona agroekologi. Uraian tugasnya adalah:

  1. Mengidentifikasi berbagai pemberdayaan keluarga yang dilakukan berbagai pihak (pemerintah dan non pemerintah)
  2. Menarik pembelajaran dari pemberdayaan keluarga yang telah dilakukan untuk menemukan faktor penting dan atau titik kritis yang mempengaruhi efektivitas pemberdayaan keluarga
  3. Pengembangan sarana prasarana pemberdayaan keluarga (modul, alat bantu, dll) menurut tahap perkembangan keluarga dan zona agroekologi
  4. Mengembangkan model pemberdayaan keluarga melalui piloting pemberdayaan ekspresif dan instrumental keluarga di wilayah terpilih
  5. Meningkatkan kapasitas anggota dan masyarakat luas terkait lingkup tupoksi bidang
  6. Membangun, memelihara, memperluas system pendukung untuk Pencapaian tupoksi bidang